Just another WordPress.com weblog

Yang Tak Terkata

Saat tetes air tiada.

Saat tanah hitam mulai menganga.

Dari sisi yang berbeda.

Berdua, kita pandang cakrawala.

Sungguh begitu teriknya.

Waktu berlalu.

Maka keringlah hatiku dan hatimu.

Layaknya dua insan yang tak pernah bertemu.

Semua lenyap.

Tanpa pernah terjawab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: